Selasa, 12 Januari 2016



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Populasi yang telah didefinisikan sebagai kelompok kolektif organisme-organisme dari spesies yang sama atau kelompok-kelompok lain dimana individu-individu dapat bertukar informasi genetiknya yang menduduki ruang atau tempat tertentu, memiliki berbagai ciri atau sifat yang merupakan milik yang unik dari kelompok dan merupakan sifat milik individu di dalam kelompok itu.
Di dalam pengkajian suatu populasi, kerapatan populasi sering kali akan merupakan ciri populasi yang pertama-tama mendapat perhatian. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sejarah alam menjadi ekologi apabila diperhatikan jumlahnya dan jenisnya. Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada jenis apa dari organisme yang terlibat, tetapi juga tergantung kepada jumlahnya dengan perkataan lain adalah kerapatan populasinya.
Keadaan yang tidak asing adalah tindakan satu populasi yang mempengaruhi laju perumbuhan atau kematian populasi lainnya. Jadi, anggota-anggota satu populasi dapat memakan anggota-anggota populasi lainnya, bersaing pakan, mengeluarkan kotoran yang merugikan, atau cara lain mencampur tangani populasi lainnya. Demikian juga, populasi-populasi dapat saling membantu, interaksinya dapat searah ataupun timbal balik.
Penyebaran umur merupakan ciri atau sifat penting populasi yang mempengaruhi natalitas dan mortalitas. Karenanya, nisbah dari berbagai kelompok umur dalam suatu populasi menentukan status reproduktif yang sedang berlangsung dari populasi dan menyatakan apa yang dapat diharapkan pada masa mendatang. Biasanya populasi yang sedang berlangsung cepat akan mengandung bagian besar individu-individu muda, sedangkan populasi yang menurun akan akan mengandung bagian besar insan-insan yang berumur tua. Walaupun demikian, populasi dapat melalui perubahan-perubahan dalam struktur umur tanpa mengubah besarnya.
1.2.Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada pengamatan ini adalah untuk mengetahui populasi flora dan fauna yang menempati suatu kawasan atau area tertentu.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem (Bohari,2011).
Kata populasi (population) dalam statistika merujuk pada sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian (pengamatan). Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi. Ukuran populasi ada dua: (1) populasi terhingga (finite population), yaitu ukuran populasi yang berapa pun besarnya tetapi masih bisa dihitung (cauntable). Misalnya populasi pegawai suatu perusahaan; (2) populasi tak terhingga (infinite population), yaitu ukuran populasi yang sudah sedemikian besarnya sehingga sudah tidak bisa dihitung(uncountable). Misalnya populasi tanaman anggrek di dunia.
Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat (Anonim,2012).
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan. Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru. Adanya perubahan-perubahan pada populasi mendorong perubahan pada komunitas. Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan ekosistem berubah. Perubahan ekosistem akan berakhir setelah terjadi keseimbangan ekosistem. Keadaan ini merupakan klimaks dari ekosistem. Apabila pada kondisi seimbang datang gangguan dari luar, kesimbangan ini dapat berubah, dan perubahan yang terjadi akan selalu mendorong terbentuknya keseimbangan baru (Sativani,2010).
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi mencakup segala hal, termasuk benda-benda alam, dan bukan sekedar jumlah yang ada pada objek. Populasi merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya yang menjadi pusat perhatian dan menjadi sumber data penelitian. Populasi yang telah didefinisikan sebagai kelompok kolektif organisme-organisme dari spesies yang sama yang menduduki tempat dan ruang tertentu, memiliki berbagai ciri dan sifat (Odum, 1993).
Karakteristika lain dari populasi yang harus terungkap adalah kedinamisan sesuai dengan perjalanan waktu dan ruang, yaitu besaran dari populasi akan berubah yang sesuai dengan kadar cepat pertumbuhannya. Dinamika dari populasi ini erat kaitannya dengan keadaan kondisi-kondisi lingkungan hidup dan sumber daya alamnya, jadi populasi bisa naik atau turun kadar cepat pertumbuhannya.
(Tim Pembina Mata Kuliah, 2014).









BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakanya praktikum ini adalah sebagai berikut :
Hari / Tanggal :  Sabtu 21 Juni 2014
Waktu             : Pukul 08. 00 – selesai
Tempat            :Desa Lembah sada dusun Lino, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala
3.2  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
a.    Kamera
b.    Alat Tulis Menulis
c.    Tali rafia
d.   Patok
3.3. Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :
1.    Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.    Memilih lokasi yang akan dijadikan objek pengamatan yaitu, daerah perkebunan.
3.    Membuat transek sepanjang 50 meter
4.    Membuat plot ukuran 10 × 10 sebanyak lima plot, ukuran 5 × 5 sebanyak lima plot, dan ukuran 1 × 1 sebanyak lima plot.
5.    Menghitung  flora dan fauna yang terdapat pada setiap plot.
6.    Memasukkan data yang diperoleh kedalam tabel hasil pengamatan.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil pengamatan
Adapun hasil pegamatan yang diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
No.
Nama Spesies
Lokasi Perkebunan
1.
* Plot 10 × 10
Tumbuhan :
-       Pohon Pisang
-       Pohon Kelapa
-       Pepaya
-       Pohon Coklat
-       Pohon Cengkeh
-       Pohon Gamal
Hewan :
-          Semut
-          Belalang
-          Laba – laba


5
6
1
16
4
1

52
5
1

2.
* Plot 5 × 5
Tumbuhan :
- Lantana camara
- Spesies A
- Spesies B
Hewan :
-  Semut
-  Belalang
-  Laba – laba
-  Nyamuk


4
4
5


74
15
12
9
3.
* Plot 1 × 1
Tumbuhan :
-          Spesies A
-          Spesies B
-          Spesies C
-          Spesies D
-          Spesies E
Hewan
-          Belalang Daun
-          Semut merah
-          Belalang Falangga
-          Semut hitam



15
15
8
4
17

3
44
1
12


4. 2 Pembahasan
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi mencakup segala hal, termasuk benda-benda alam, dan bukan sekedar jumlah yang ada pada objek Pengertian dasar dari populasi adalah kumpulan individu-individu makhluk hidup sejenis atau satu spesies yang mempunyai potensi berbiak silang dan menempati suatu kawasan tertentu. Dinamika populasi suatu kelompok makhluk hidup selalu mengalami perubahan, hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain : natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), imigrasi (masuk), dan emigrasi (keluar). Selain itu juga bisa dipengaruhi oleh umur, komposisi genetik, serta pola again (Odum, 1993).
Kelahiran atau natalitas adalah kemampuan yang sudah merupakan sifat suatu populasi untuk bertambah. Laju kelahiran adalah setara dengan kelahiran dalam terminologi pengkajian populasi manusia. Yang dimaksud dengan mortalitas adalah kematian individu-individu dalam populasi. Hal ini kurang lebih merupakan kebalikan dari natalitas dengan beberapa subkonsep yang sejajar. Laju mortalitas adalah setara dengan laju kematian pada demografi manusia. Penyebaran populasi adalah gerakan individu-individu atau anak-anaknya kedalam atau keluar populasi atau daerah populasi. Penyebaran membantu natalitas dan mortalitas didalam memberi bentuk wujud pertumbuhan dan kepadatan populasi.
Penyebaran umur merupakan sifat penting yang mempengaruhi natalitas dan mortalitas. Karena nisbah dari berbagai kelompok umur dalam suatu populasi menentukan status reproduktif yang sedang berlangsung dari suatu populasi dan menyatakan apa yang dapat diharapkan pada masa mendatang. Biasanya populasi yang sedang berlangsung cepat akan mengandung bagian besar individu-individu muda, populasi yang stationer memiliki pembagian khas umur yang lebih merata, dan populasi yang akan menurun akan mengandung bagian besar insan-insan yang berumur tua. Walaupu demikian, populai akan mengalami perubahan-perubahan dalam struktur umur tanpa merubah besarnya.
     Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan di lokasi perkebunanan salah satu warga desa lembah sada, jumlah populasi dilihat dengan cara membuat transek sepanjang 50 meter dan membuat plot berukuran 10 × 10 sebanyak lima plot, tumbuhan yang dihitung pada plot ini yaitu jenis – jenis pohon dan hewan, ukuran 5 × 5 sebanyak lima plot, tumbuhan yang dihitung pada plot ini yaitu jenis – jenis tanaman herba dan hewan. Untuk ukuran 1 × 1 sebanyak lima plot, yang dilihat pada plot ini yaitu jenis – jenis tumbuhan semak dan hewan. Setelah menghitung jumlah disetiap plot yang ukuranya sama, kemudian dijumlahkan jumlah tumbuhan maupun hewan menjadi satu.
Pada plot 10 × 10, jumlah populasi lebih banyak populasi tumbuhan dibandingkan populasi hewan yaitu enam berbanding tiga. Adapun pupulasi tumbuhan yaitu, Pohon pisang, Pohon kelapa, Pepaya, Pohon Coklat, Pohon Cengkeh dan pohon gamal sedangkan populasi hewan yaitu semut, belalang dan laba - laba. Populasi tumbuhan lebih banyak dibandingkan populasi hewan pada plot ini karena lokasi yang kami ukur berukuran besar yang memungkinkan berbagai jenis pupulasi tumbuhan sangat banyak dibandingkan dengan populasi hewan yang berjumlah sedikit.
Pada plot 5 × 5, jumlah populasi lebih banyak populasi hewan dibandingkan tumbuhan herba yaitu empat berbanding tiga. Adapun populasi hewan yaitu, Semut, Belalang, Laba – laba dan Nyamuk sedangkan populasi tumbuhan perdu yaitu Lantana camara, Spesies A dan Spesies B. Populasi hewan lebih banyak dibandingkan dengan populasi hewan karena tumbuhan perdu pada ukuran 5 × 5 ini sangat sedikit ditemukan karena tanaman perdu banyak yang dipangkas oleh pemilik lahan perkebunan untuk melindungi tanaman – tanaman yang Ia tanam.
Pada plot 1 × 1, jumlah populasi tumbuhan semak lebih banyak dibandingkan populasi hewan. Adapun populasi tumbuhan semak yaitu, Spesies A, Spesies B, Spesies C, Spesies D, dan Spesies E sedangkan populasi hewan yaitu Belalang, semut merah, dan semut hitam. Populasi tumbuhan semak lebih banyak dibandingkan populasi hewan karena ukuran plot yang kami buat berukuran kecil yang memungkinkan jumlah populasi hewan lenih sedikit dibandingkan populasi tumbuhan.
Setelah membandingkan ketiga ukuran plot tersebut. Pada lahan perkebunan salah satu warga, lebih banyak populasi tumbuhan dibandingkan populasi hewan. Hal ini terjadi karena banyaknya populasi tumbuhan yang dijadikan sebagai penambah ekonomi sang pemilik lokasi ini.





BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Populasi tumbuhan pada lokasi perkebunan adalah Pohon pisang, Pohon kelapa, Pepaya, Pohon Coklat, Pohon Cengkeh dan pohon gamal, tumbuhan perdu berjumlah dua yang belum diketahui jenisnya dan tumbuhan  semak berjumlah lima yang belum diketahui jenisnya.
2.    Populasi hewan pada lokasi perkebunan ini adalah semut hitam, semut putih, nyamuk, laba – laba, dan belalang.
3.    Setelah melihat hasil pengamatan, di lokasi ini lebih banyak populasi tumbuhan dibandingkan populasi hewan.
5.1 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah adanya kerja sama antar sesame kelompok agar praktikum dapat terlaksana dengan baik.